Monolith

Solusi inovatif dengan sistem produksi atap dan bubungan yang dibuat sekaligus dalam satu kesatuan. Tanpa adanya sambungan pada bagian puncak atap, sistem ini mampu meningkatkan kekuatan struktur sekaligus meminimalisir potensi masalah di masa depan.
Monolith
Bagikan ke:

Atap konvensional umumnya terdiri dari dua sisi (kanan dan kiri) yang disatukan menggunakan nok (bubungan). Sistem ini memiliki beberapa risiko, seperti potensi terlepas saat angin kencang, munculnya karat pada area sambungan, hingga kebocoran akibat pemasangan yang kurang presisi di titik pertemuan atap dan bubungan.

Berangkat dari tantangan tersebut, Atap Monolit Utomodeck hadir sebagai solusi inovatif dengan sistem produksi atap dan bubungan yang dibuat sekaligus dalam satu kesatuan. Tanpa adanya sambungan pada bagian puncak atap, sistem ini mampu meningkatkan kekuatan struktur sekaligus meminimalisir potensi masalah di masa depan. Selain itu, metode ini juga memberikan efisiensi yang signifikan dari segi waktu, biaya, dan penggunaan material.

Keunggulan Atap Monolit Utomodeck

Pemasangan Lebih Cepat & Efisien

Durasi instalasi dapat lebih hemat hingga ±20% atau bahkan hingga 5x lebih cepat dibandingkan sistem atap konvensional.

Minim Risiko Kebocoran (Hingga 0%)

Tanpa sambungan di bagian bubungan, potensi kebocoran dapat ditekan secara maksimal.

Tanpa Risiko Karat di Sambungan

Tidak adanya pertemuan lembar atap dan nok menghilangkan potensi korosi pada titik rawan.

Struktur Lebih Kuat & Aman

Desain monolit memberikan ketahanan lebih terhadap angin kencang dan cuaca ekstrem.

Hemat Material Tanpa Nok Tambahan

Diproduksi tanpa membutuhkan bubungan terpisah, sehingga lebih efisien dalam penggunaan material.

Fleksibel dengan Berbagai Profil Atap

Dapat diaplikasikan pada berbagai jenis profil atap sesuai kebutuhan desain dan fungsi bangunan.

Solusi ini menjadikan Atap Monolit Utomodeck sebagai pilihan modern untuk sistem atap yang lebih kuat, praktis, dan tahan lama

YouTube Video